previous

HENING Kasih Kekal

next  


Christian Podcasting in Indonesian. Sarana Media Audio Kristiani untuk Umat Kristen di Indonesia.



Tagg It this Podcast to send to friends

 


Average Visitor Rating: Rate It!
0.00 (out of 5)
Number of ratings: 0 Votes
  Visitor Rating 


Details
Show ID 

1331

Website Visit HENING Kasih Kekal

Feed


http://feeds.feedburner.com/HeningKasihKekal

More Shows

Regional > Asia

Date Added 19-Apr-2005 Hits: 302 Rating: 0.00 Votes: 0

 

If you liked this show, you might like Ongline Podcast


HENING Kasih Kekal Episodes -

Semua Beres Bila Yesus Hadir
Marilah mendengarkan: HENING Kasih Kekal, Maret 1, 2008 [13 min./.mp3/1.5MB]- Semua Beres Bila Yesus HadirTuhan Yesus memberkati.Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2008. All rights reserved.
Listen Now:


Tagg It to send to friends | Download Semua Beres Bila Yesus Hadir | Play in Popup.


Menjadi Orang Yang Terpercayai
Marilah mendengarkan: HENING Kasih Kekal, Oktober 1, 2007 [21 min./.mp3/2.5MB]- Menjadi Orang Yang TerpercayaiTuhan Yesus memberkati.Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2007. All rights reserved.
Listen Now:


Tagg It to send to friends | Download Menjadi Orang Yang Terpercayai | Play in Popup.


Tulisan Tangan Allah
Marilah mendengarkan: HENING Kasih Kekal, September 1, 2007 [14 min./.mp3/1.7MB]- Tulisan Tangan AllahTuhan Yesus memberkati.Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2007. All rights reserved.
Listen Now:


Tagg It to send to friends | Download Tulisan Tangan Allah | Play in Popup.


Mengikuti Meskipun Buta
Marilah mendengarkan: HENING Kasih Kekal, Agustus 1, 2007 [14 min./.mp3/1.7MB]- Mengikuti Meskipun ButaTuhan Yesus memberkati.Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2007. All rights reserved.
Listen Now:


Tagg It to send to friends | Download Mengikuti Meskipun Buta | Play in Popup.


Ketekunan Yang Berbuah
Marilah mendengarkan: HENING Kasih Kekal, Mei 1, 2007 [14 min./.mp3/1.7MB] - Ketekunan Yang BerbuahTuhan Yesus memberkati.Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2007. All rights reserved.
Listen Now:


Tagg It to send to friends | Download Ketekunan Yang Berbuah | Play in Popup.


BERTOBAT
Marilah mendengarkan: HENING Kasih Kekal - April 1, 2007 - BERTOBATTuhan Yesus memberkati.Copyright/HakCipta (c) 2007 Kasih Kekal www.kasihkekal.org
Listen Now:


Tagg It to send to friends | Download BERTOBAT | Play in Popup.


Tidaklah Sia-Sia!
Marilah mendengarkan: HENING Kasih Kekal, Februari 1, 2007 [10 min./.mp3/1MB] - Tidaklah Sia-Sia!Tuhan Yesus memberkati.Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2007. All rights reserved.
Listen Now:


Tagg It to send to friends | Download Tidaklah Sia-Sia! | Play in Popup.


Hening Kasih Kekal-November 1, 2006 - Menjadi Saluran Mujizat
Marilah mendengarkan:HENING Kasih Kekal, November 1, 2006 [8.5 min./.mp3/1MB] - Menjadi Saluran MujizatTuhan Yesus memberkati.Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2006. All rights reserved.
Listen Now:


Tagg It to send to friends | Download Hening Kasih Kekal-November 1, 2006 - Menjadi Saluran Mujizat | Play in Popup.


HENING Kasih Kekal - September 1, 2006 - Merenungkan Firman Tuhan
Marilah mendengarkan:Hening Kasih Kekal, September 1, 2006 [12.5 min./.mp3/1.5 MB] - Merenungkan Firman TuhanTuhan Yesus memberkati.Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2006. All rights reserved.
Listen Now:


Tagg It to send to friends | Download HENING Kasih Kekal - September 1, 2006 - Merenungkan Firman Tuhan | Play in Popup.


HENING Kasih Kekal- Juli 1, 2006 - Sejenak Melihat ke Belakang
Marilah mendengarkan:Hening Kasih Kekal, Juli 1, 2006 [8 min./.mp3/0.8 MB] - Sejenak Melihat ke BelakangTuhan Yesus memberkati.Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2006. All rights reserved.Teks: Selamat bertemu lagi, sdr sdri di Hening Kasih Kekal episode Juli 2006. Sungguh senang saya, Jonathan K Tunggal, dapat berjumpa lagi dengan anda dan sekali lagi kita boleh bercakap-cakap tentang kebaikan Tuhan kita, Tuhan Yesus Kristus. Bagaimana kabar anda? Saya percaya bahwa pasti baik-baik saja. Kalaupun ada tantangan, saya percaya kalau kita berdoa dan datang ke hadiratNya, berserah dan meminta hikmat dari Roh Kudus, maka pasti akan ada kemenangan dan jalan keluar untuk segala permasalahan kita sekalian. Sdr-sdri, saya beserta dengan istri saya baru saja datang kembali dari luar kota untuk menghadiri pesta perkawinan dari teman baik istri saya. Sungguh kami bersyukur kepada Tuhan bilamana kami mendapatkan kesempatan ini. Bukan saja kami mendapatkan kesempatan untuk sedikit beristirahat, tetapi kami boleh bertemu juga dengan teman-teman sekolah dahulu. Namun lebih daripada itu, setelah bertahun-tahun tidak berjumpa, istri saya boleh berjtemu lagi dengan beberapa orang juga yang telah begitu memperhatikannya di masa kecilnya. Yang lebih aneh lagi, pada kami berdua bertamasya dan sekedar berkeliling tanpa tujuan di suatu daerah tertentu di kota ini, tanpa disangka saya berjumpa dengan seorang teman di waktu kuliah dahulu. Hati saya mulai bertanya-tanya kepada Tuhan apakah maksud dari pertemuan kami dengan pribadi-pribadi ini? Serasa semuanya sesaat saja karena pada akhirnya kami akan sangat jarang bertemu lagi dengan teman-teman ini. Tetapi, hati kecil ini merasa bahwa Tuhan mau membisikkan sesuatu. Ketika saya merenungkan ini, saya teringat akan ketika Yakub bertemu lagi dengan Esau di Kejadian 33. Kedua saudara ini mengalami reuni setelah belasan tahun tidak bertemu, mereka boleh berjumpa lagi dengan penuh rasa haru dan syukur; ini dialami meskipun mereka berpisah dahulu sebagai musuh. Bahkan sebelum reuni ini, Yakub takut untuk berjumpa dengan Esau. Tetapi, yang Tuhan tekankan dari kejadian ini kepada saya adalah di mana setelah sejenak mereka bertemu, Tuhan membawa mereka berpisah lagi ke jalan yang berbeda. Sdr-sdri, terkadang bilamana kita berjumpa dengan sahabat-sahabat lama, kita menyadari bahwa ada waktu yang sudah terlewat, yang tidak terulang lagi. Hati bisa merasa sedih dan bernostalgia; tetapi, puji Tuhan, Tuhan mengajar saya untuk mulai mendapatkan pandangan lain. Bilamana saya dan istri mengingat semua pengalaman-pengalaman yang terjadi dengan pribadi-pribadi tersebut, baik ataupun buruk, kami melihat bahwa cuma ada satu hal yang dapat kami simpulkan; Immanuel, Tuhan beserta, bahkan sampai sekarang. Kalau ada pengalaman baik di dahulu kala, berarti Tuhan telah pakai sahabat-sahabat kami untuk memberkati. Kalaupun ada yang dulu kelihatan buruk, kami lihat hidup sekarang ini, Tuhan telah pakai semuanya itu dan bahkan memutar-balikkan segala hal menjadi kebaikan untuk kami. Puji Tuhan! Pendek kata, Immanuel! Saya pribadi merasa bahwa terkadang perlu kita berhenti sejenak, mengambil nafas panjang dan melihat kembali ke belakang. Terlihat bahwa kalau kita ikut Tuhan Yesus, maka sampai di sini semuanya baik-baik saja, bahkan sungguh teramat baik. Ini sungguh amat sangat penting. Mengapa? Supaya kita hidup terus dari pengalaman yang lama-lama? Tidak, sdr-sdri. Umat percaya hidup harus dalam iman. Tetapi, dalam hidup dalam iman ini, kita hanya melihat ke depan dengan mata iman dan kita akan sering tidak dapat melihat dengan mata jasmani. Singkat kata, seakan-akan kita buta akan jalan ke depan atau bagaimana tantangan yang kita hadapi saat ini akan terpecahkan. Maka daripada itu, kalau kita bisa melihat bahwa Immanuel, Tuhan beserta dengan kita sampai detik ini, kita boleh maju melangkah ke depan terus, maju maju terus pantang mundur di dalam NamaNya dan percaya bahwa semuanya akan baik jadinya. Beberapa bulan, tahun atau dekade mendatang, kita pasti akan melihat lagi kembali ke waktu sekarang, menghela nafas sekali lagi dan sekali berseru betapa baiknya Tuhan karena Ia telah beserta. Sdr-sdri, marilah kita ambil waktu sejenak untuk merenungkan semua kebaikan Tuhan sampai saat ini. Ia sungguh teramat baik. Jangan biarkan si jahat itu membisikkan kepahitan kekecewaan, amarah, dengki dan sebagainya. Tetapi marilah yang kita masukkan dalam roh kita ini adalah kemenangan yang sudah Tuhan berikan. Biarlah hanya Firman Tuhan saja yang meliputi dan menyelimuti pikiran ini. Inilah suatu rahasia agar kita terus boleh melangkah terus dalam iman. Marilah saya tutup renungan ini dengan Mazmur 17: 15 Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu. Tuhan Yesus, aku puas dengan segala yang telah Engkau anugrahkan. Engkau sungguh baik! Tuhan, Engkau Immanuel! Dan aku terus percaya bahwa Engkau beserta dari kekal ke kekal. Demikianlah, sdr-sdri Hening Kasih Kekal episode Juli 2006. Sampai bertemu lagi di bulan yang mendatang. Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2006. All rights reserved.
Listen Now:


Tagg It to send to friends | Download HENING Kasih Kekal- Juli 1, 2006 - Sejenak Melihat ke Belakang | Play in Popup.


HENING Kasih Kekal - Mei 1, 2006 - Hidup Yang Terkuasai
Marilah mendengarkan:Hening Kasih Kekal, Mei 1, 2006 [8 min./.mp3/0.8 MB] - Hidup Yang Terkuasai.Tuhan Yesus memberkati.Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2006. All rights reserved.Teks: Selamat berjumpa lagi sdr sdri yang terhormat. Nama saya Jonathan K. Tunggal dan berikut adalah Hening Kasih Kekal untuk episode Mei 2006. Segala pujian hormat dan syukur kepada Tuhan Yesus yang memberikan kita sekali lagi kesempatan untuk bersama-sama bercakap-cakap tentang kebaikan dan anugrah kasih-Nya. Sdr. sdri., saya baru saja menengok pekarangan di belakang tempat kediaman saya. Minggu yang lalu hujan baru saja turun dan oleh karenanya, tanaman dan rumput yang ada boleh kelihatan demikian hijau permai dan indah. Kalau saya pandang melalui jendela, terlihat rumput yang tumbuh sehat. Lalu saya putuskan untuk meninjau dan teliti semuanya lebih dekat lagi. Apa yang saya lihat? Saya tidak terkejut karena hal ini selalu terjadi, tetapi bilamana saya lihat dengan seksama, telah tumbuh banyak tumbuhan di antara rumput, yang merusak dan menghalangi pertumbuhan sehat dari tumbuhan-tumbuhan tersebut. Saya tengok lebih seksama lagi, banyak juga sampah-sampah kecil, yang dibuang oleh tetangga-tetangga. Semuanya tak kelihatan dari jendela kediaman saya, tetapi sangat nyata dari dekat. Saya sempatkan untuk mulai mencabut tumbuhan-tumbuhan yang tak selayaknya di situ dan mengambil sampah-sampah kecil tersebut, satu-persatu. Saya lihat ke sekeliling dan terkadang menghela nafas saya, berfikir akan kapan habisnya ini. Hari ini tercabut, minggu depan tumbuh lagi. Saya tengok ke pekarangan tetangga sebelah, oh demikian indahnya itu, sudah lebih besar, lebih hijau, lebih sedikit tumbuhan yang mengganggu. Di waktu inilah saya mendapat pengertian bahwa pekarangan ini menggambarkan tentang hati kita. Seringkali bilamana kita tengok sekilas, kelihatan hati ini hijau permai dan baik-baik saja. Perut cukup kenyang, berkat ada, tiap minggu melayani ke gereja, semuanya baik-baik saja. Tetapi, sudahkah kita tengok lebih dalam lagi? Adakah telah tumbuh alang-alang dan hal-hal yang mengganggu hati kita ini? Salah satu sifat dari tumbuhan pengganggu ini, adalah mereka menjerat dan mencekik pertumbuhan rumput tersebut. Adakah hal-hal yang masih mengikat hidup kita? Apakah masih ada kebiasaan, hobby, berhala, maupun hal-hal lain yang kita utamakan lebih dari kesetiaan dan sembah-puji kita kepada Tuhan Yesus? Apakah masih ada kecemasan dan kekuatiran yang menjerat iman percaya kita akan tuntunan dan perlindungan Tuhan? Sdr sdri., tak kita sadari, tetapi pasti ada. Tumbuh kecil, tetapi sangat mengganggu dan tambah lama tambah banyak. Belum lagi dilemparkannya sampah kecil dari sekitar kita. Apakah hal-hal ini? Ini adalah tuduhan, gosip tentang pendeta ini dan itu, juga canda yang tak senonoh, entah ini dari teman, kerabat, hiburan media dan sebagainya. Oh banyak hal yang mengganggu dan dimasukkan melalui panca indra kita sekalian, masuk ke dalam hati ini. Sdr sdri, apakah yang kita harus lakukan? Kita harus dengan segera mencabut semuanya, satu persatu. Mungkin ada yang mengeluh, kalau begitu kapan habisnya? Saya mencabut tumbuhan pengganggu tersebut, satu persatu, dengan tangan. Kalau hari ini tidak selesai, ya saya lanjutkan besok. Mengapa? Agar pekarangan ini tambah sehat, tambah hijau, tambah indah. Demikianlah juga saya mau belajar dengan hati saya. Mungkin Tuhan tegur saya tentang satu hal di dalam hidup ini yang harus diubah, ya marilah dengan segera ini dicabut. Seringkali kita terkesima dengan pekarangan tetangga. Seringkali kita takjub akan kondisi rohani anak-anak Tuhan yang lain. Mereka lebih diberkati, lebih dipakai dengan heran, lebih berbuah hidupnya, pendek kata, lebih suburlah hidupnya. Sdr sdri., jangan bengong! Jadikanlah itu suatu aspirasi, bahwa bilamana Tuhan bisa ubah hidup mereka, maka Tuhan juga akan pakai hidup kita sekalian. KuasaNya tak berubah dulu, sekarang dan selamanya. Pekarangan indah yang tetangga punya, itulah yang bisa anda punya. Hidup yang penuh kasih dan sukacita yang anak-anak Tuhan lain dapatkan, itulah juga janji Tuhan untuk kita sekalian. Tetapi sekali lagi, jangan bengong saja! Izinkanlah kasih Tuhan untuk mencabut hal-hal di hidup kita yang masih menghalangi karya Tuhan yang dahsyat! Mulai cabuti segala ikatan, halangan, berhala! Pasti ada pergumulan, seakan-akan tidak ada habisnya! Tetapi dengan kuasa dalam nama Tuhan Yesus, pasti ada kemenangan! Mungkin ada dari kita sekalian yang mau terikat dengan kebiasaan-kebiasaan buruk, sudah lepas, kembali lagi. Sdr sdri, jangan lelah! Coba bayangkan kalau uang rokok maupun uang yang kita pakai untuk hal-hal lain yang tak berguna, itu kita alihkan sebagai uang persembahan untuk pelayanan bagi Tuhan? Badan kita sehat, tetapi terlebih lagi, kita menyimpan harta yang kekal di surga. Demikian juga dengan waktu yang kita habiskan untuk hal-hal yang tak layak; bagaimana kalau kita sekarang investasikan waktu kita untuk kemuliaan Nama Tuhan? Maka daripada itu, sdr sdri, saya akan tutup episode ini dengan pembacaan 1 Korintus 9: 25-27: Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak. Marilah hidup kita sekalian makin hari makin terkuasai oleh Roh Kudus dan oleh karenanya kita boleh memperoleh suatu mahkota yang abadi. Demikianlah Hening Kasih Kekal episode Mei 2006. Sampai jumpa dan Tuhan menyertai anda sekalian dalam hidup yang penuh kemenangan. Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2006. All rights reserved.
Listen Now:


Tagg It to send to friends | Download HENING Kasih Kekal - Mei 1, 2006 - Hidup Yang Terkuasai | Play in Popup.


HENING Kasih Kekal-April 1, 2006- Bersatu Kita Teguh
Marilah mendengarkan:Hening Kasih Kekal, April 1, 2006 [10 min./.mp3/1 MB] - Bersatu Kita Teguh.Tuhan Yesus memberkati.Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2006. All rights reserved.Teks: Selamat Berjumpa lagi, sdr. sdri. Puji Nama Tuhan kalau kita sekalian mendapat kesempatan sekali lagi untuk bercakap-cakap dan merenungkan anugrahNya yang melimpah. Berikut adalah Hening Kasih Kekal episode April 2006 dan saya sangat bergembira karena episode ini adalah ulang tahun pertama dari Hening Kasih Kekal. Situs Kasih Kekal www.kasihkekal.org sendiri sudah dimulai sejak Januari 2003, tetapi acara audio ini dirintis di April 2005. Jadi segala puji syukur kepada Tuhan Yesus yang mengizinkan pelayanan ini untuk terus dapat berbuah. Halleluya! Sdr. Sdri., saya baru saja menonton di televisi penayangan ulang dari sebuah peragaan lagu dan tari-tarian di acara Kebaktian Kebangunan Rohani di Jakarta, yang dipimpin oleh Bpk Benny Hinn. Di acara lagu dan tari tersebut, anak-anak Tuhan dari berbagai denominasi dan latar belakang, menari diiringi oleh sebuah lagu berjudul ?United We Stand? atau ?Bersatu Kita Teguh?. Sungguh indah sekali. Melalui peragaan tersebut saya mendapat pengertian bahwa Salib Tuhan Yesus merubah dan mengangkat derajat anak-anak Tuhan dari segala kepurukan, kalau semua, tak peduli asal suku, bangsa atau bahasa kita, bersatu, memuji dan menyembah Tuhan Yesus. Saya teringat kemudian akan ayat yang kita kenal di Mazmur 133. Mari kita baca: Mazmur133: 1-3 Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya. Ayat satu mengajar kepada kita kondisi yang harus dipenuhi, yaitu kerukunan. Sdr-sdri, mungkin kita sudah setengah bosan dengan pengajaran untuk rukun dan bersatu. Sudah sejak kecil kita sekalian sudah dengar dan diajar tentang ini. Harus rukun! Harus damai! Itu sering dan selalu kita dengar. Tetapi pertanyaan-nya, adalah apakah kita sudah menguasai pengajaran ini? Saya rasa semua dari kita bisa dengan jujur berkata, perlu ada peningkatan lagi di bidang yang satu ini. Saya teringat akan cerita Raja Hizkia di 2 Tawarikh 30. Anda baca sendiri keseluruhannya, tetapi di situ Raja Hizkia mengirim pesan kepada seluruh Israel dan Yehuda. Ia menulis surat kepada Efraim dan Manasye supaya mereka datang merayakan Paskah bagi Tuhan bersama-sama di Yerusalem. Harap diingat yang ia undang ini adalah rakyat dari Kerajaan Israel, yang pada waktu itu sudah terpecah dari Kerajaan yang ia pimpin, yaitu Kerajaan Yehuda. Ini bukan cara Hizkia untuk menghimbau pemberontakan di antara rakyat negara tetangganya. Tetapi Raja Hizkia ingin semua umat pilihan Tuhan, bersatu, menyembah Tuhan dan merayakan Paskah dengan hati yang benar. Bagaimana dengan hati kita menjelang Paskah ini? Bukankah Tuhan Yesus sudah datang untuk mati menebus dosa-dosa kita? Ia juga telah bangkit menang dan menaklukkan segala kutuk dosa kita. Dosa kita telah terampuni! Puji Nama Tuhan! Kalau kita sudah diampuni, maukah kita juga mengampuni orang-orang, terutama sesama anak Tuhan, yang telah menyalahi kita? Oleh karena kita semua telah ditebus dan dengan sikap yang benar dan mengampuni, maka mulai ada persatuan antar umat percaya yang lebih erat dan rukun lagi di mata Tuhan. Sdr-sdri, kita sekalian tidak saja perlu persatuan hati antar sesama, anggota gereja ataupun antar sinode. Bagaimana dengan kerukunan dan persatuan yang paling mendasar antara anggota keluarga kita, yaitu suami dengan istri dan anak dengan orang tua? Tak peduli apakah kita mempunyai keluarga yang bermasalah maupun keluarga yang harmonis, kita semua butuh Tuhan Yesus untuk lebih mempersatukan keluarga kita. Sdr. sdri., kita butuh pemulihan yang sempurna. Mungkin ada luka hati, mungkin ada dendam, sakit hati, bahkan mimpi buruk yang belum terlupakan karena masalah keluarga kita. Hanya Tuhan Yesus yang bisa pulihkan! Mengapa kita tidak menggunakan kesempatan, menjelang Paskah ini untuk berdoa demi pemulihan keluarga kita sekalian, betapapun itu kelihatannya tidak mungkin? Mari kita berdoa: ?Tuhan Yesus, banyak hal dalam hidup kami yang berantakan. Masa lalu dan keluarga kami penuh dengan masalah, Tuhan! Tetapi Yesus, Engkau telah menebus dan menang atas segala dosa-dosa dan kutuk-kutuknya. Maka daripada itu, ampuni kami dan pulihkan kami! Pulihkan keluarga kami! Buang jauh-jauh segala masa lalu yang tidak benar! Tetapi kami undang Kau, Roh Kudus, untuk mempersatukan keluarga kami dalam persatuan kasih yang tak tergoyahkan! Dalam Nama Yesus kami berdoa! Amin.? Sdr. sdri, Mazmur 133 berfirman bahwa kerukunan dan persatuan, itu seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. Ini berbicara tentang urapan dari Kepala, yaitu Tuhan Yesus, yang memberi kita kuasa dalam pelayanan kita sekalian. Dan juga akan mengalir seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Ini berbicara tentang hidup yang subur akibat turunnya embun yang dari surga, ke hidup pribadi kita sekalian. Dikatakan, ke sanalah juga Tuhan akan memerintahkan berkat. Kita semua mau berkat bukan? Sdr. sdri, kita semua tentunya mau urapan, hidup yang subur dan penuh berkat. Maka marilah kita mengundang Tuhan untuk terus memulihkan kita dari segala perpecahan di dalam hidup ini. Demikianlah Hening Kasih Kekal episode April 2006. Saya percaya bahwa Tuhan akan dan sedang memulai suatu karya yang luar biasa di antara dan melalui hidup kita sekalian. Bahkan, Ia akan memulihkan dan menyempurnakan kehidupan kita. Tuhan memberkati anda sekalian dan biarlah damai sejahtera, yang dari Tuhan Yesus sendiri, yang tak pernah kita bayangkan atau berani impikan, biarlah itu datang menyelimuti hidup kita sekalian mulai di musim Paskah ini sampai dengan selama-lamanya!
Listen Now:


Tagg It to send to friends | Download HENING Kasih Kekal-April 1, 2006- Bersatu Kita Teguh | Play in Popup.


HENING Kasih Kekal-Maret 1, 2006- Mencari Hikmat
Marilah mendengarkan:Hening Kasih Kekal, Maret 1, 2006 [10 min./.mp3/1.2 MB] - Mencari Hikmat.Tuhan Yesus memberkati.Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2006. All rights reserved.Teks:Selamat Berjumpa lagi, Sdr sdri yang terkasih. Selamat mendengarkan Hening Kasih Kekal untuk episode Maret 2006. Segala puji dan hormat selalu untuk Dia, Tuhan Yesus Kristus, yang telah memberikan kita sekalian kesempatan ini. Sdr. Sdri., saya berdoa bahwa Tuhan Yesus tambah hari tambah mencurahkan hikmat-Nya kepada kita sekalian. Mengapa tiba-tiba saya ingin ada hikmat di hidup kita sekalian? Ini bermula dengan suatu teguran dari seorang rekan kepada saya pribadi. Beberapa waktu yang lalu kami berjumpa, dan dia, mungkin tanpa dia sadari, menyampaikan suatu peringatan, nasihat dan wejangan kepada saya. Saya mengerti bahwa apa yang rekan ini katakan untuk saya tepat adanya. Tetapi, terus-terang, hati saya pribadi mengumpat dan tidak bisa menerima. Saya menggerutu kepada istri saya dan mengeluh , ?Siapa sih dia ini, memberi nasihat ini dan itu?? Tetapi sungguh beruntung, saya juga mengeluh dalam doa saya. Dan Roh Kudus dengan penuh kasih sayang memberikan ayat berikut di Amsal 12: 1b tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu. Ayat ini jelas sekali. Tidak ada banyak kata yang lebih keras daripada kata ?dungu?. Dan kita semua pasti tidak mau menjadi orang yang dungu atau dengan kata lain orang yang tolol, bodoh atau lebih kasar lagi, goblok. Bagaimana supaya kita tidak seperti demikian? Ayat ini mengajar untuk tidak membenci teguran. Kalau tidak, saya atau siapapun juga adalah seorang yang dungu. Tetapi sebaliknya saya dan saya yakin kita sekalian, mau menjadi seperti seorang yang seperti di ayat berikut: Amsal 9: 9 berilah orang bijak nasihat, maka ia akan menjadi lebih bijak, ajarilah orang benar, maka pengetahuannya akan bertambah. Sdr-sdri, kita sekalian mau menjadi orang yang bijaksana dan bertambah hari, bertambah bijak. Maka sudah jelas bahwa dari ayat-ayat ini, kita sekalian harus belajar memperdulikan nasihat-nasihat. Tidak mudah tentunya. Mungkin ada pertanyaan atau pendapat, bagaimana kalau kita tidak setuju dengan nasihat atau teguran tertentu? Bisa saja bukan bahwa itu nasihat yang tidak baik di hadapan Tuhan? Mari kita baca ayat berikut: Amsal 10: 8 Siapa bijak hati, memperhatikan perintah-perintah, tetapi siapa bodoh bicaranya, akan jatuh. Ayat ini menjabarkan bahwa kalau kita mau bijak, kita harus memperhatikan perintah-perintah. Yang saya tekankan adalah kata ?memperhatikan?. Kita, terutama saya pribadi, harus belajar mengambil waktu dan memperhatikan sebuah perintah, nasihat atau teguran. Kita renungkan. Kita tanyakan kepada Roh Kudus. Kita periksa apakah sesuai dengan Firman dsb. Intinya, kita ambil waktu untuk memperhatikan. Mungkin saja, itu bukan sebuah nasihat yang tepat. Tidak apa-apa. Yang penting kita ambil waktu. Dengan demikian, pengetahuan kita bertambah dan kita bertambah bijaksana. Apakah ini mudah? Saya rasa tidak. Pengalaman saya pribadi cenderung untuk langsung membantah. Tetapi ada beberapa sikap yang saya harus belajar bilamana menghadapi situasi seperti ini. Pertama, mari kita baca: Amsal 11: 2 Jikalau keangkuhan tiba, tiba juga cemooh, tetapi hikmat ada pada orang yang rendah hati. Sdr-sdri, hikmat hanya bisa ada di orang yang rendah hati. Bilamana kita angkuh, kita langsung masuk kelompok dungu dan pencemooh. Maka daripada itu, kalau kita di hadapan Tuhan, mengambil waktu untuk bergumul dengan suatu nasihat atau teguran, sudahkah kita merendahkan hati? Memang ini tidak mudah, tetapi,mari, marilah saya dan anda sekalian memeriksa diri di waktu-waktu tersebut. Sikap yang kedua didapatkan dari pembacaan: Amsal 4: 7 Permulaan hikmat ialah: perolehlah hikmat dan dengan segala yang kauperoleh perolehlah pengertian. Yang saya teliti di ayat ini adalah kalimat ?dengan segala yang kauperoleh?. Sdr-sdri, ada faktor di mana kita harus mempergunakan setiap sarana atau fasilitas yang kita punya untuk menimba kebenaran dan kebijaksanaan. Mungkin kita dapat membaca Firman lebih lagi. Mungkin kita dianugrahkan karunia hikmat marifat, maka kita pergunakan itu untuk menimbang-nimbang suatu teguran. Mungkin kita mempunyai banyak waktu lengang, marilah kita pakai itu untuk mengejar dan memperoleh pengertian, baik melalui doa, renungan, sembah-puji atau bahkan mendengarkan Firman Tuhan dari hamba-hamba Tuhan. Mungkin waktu kita banyak tersita berangkat ke atau pulang dar pekerjaan kita; bagaimana kalau kita pakai waktu-waktu tersebut, ingat ini juga bagian sesuatu yang kita peroleh, kita pakai kesempatan ini untuk bertanya kepada Roh Kudus untuk hikmat dan pengertian? Sdr. Sdri, dengan segala hal yang kita peroleh, marilah kita pakai semua ini untuk memperoleh hikmat! Hal atau sikap yang ketiga yang saya harus belajar, adalah, pada akhirnya, bagaimana kita tahu apakah itu Hikmat Surgawi atau sekedar hikmat dunia? Mari kita baca: Amsal 8: 34 Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang setiap hari menunggu pada pintuku, yang menjaga tiang pintu gerbangku. Sdr-sdri, di sini saya belajar bahwa saya harus menunggu dan menjaga. Apa maksudnya? Ini menunjukkan akan kesabaran dan ketekunan. Harus sabar. Harus tekun. Tetapi sabar dan tekun untuk apa? Mungkin ini bukan suatu pertanyaan yang tepat. Ayat ini berkata tentang orang yang mendengarkan Daku. Dari ayat-ayat sebelumnya, daku di sini adalah hikmat. Jadi pertanyaan yang tepat adalah sabar dan tekun untuk kedatangan Siapa? Sdr-sdri, ternyata hikmat itu bukan suatu prinsip, atau hal yang tidak jelas, tetapi Hikmat itu adalah suatu Pribadi, yaitu Tuhan itu sendiri. Ini luar biasa. Jadi sekarang jelas bahwa dengan mencari Tuhan Yesus, tentunya ini kembali lagi ke yang kita bicarakan sebelumnya, yaitu kita sekalian harus bersabar dan tekun untuk berdoa, membaca Firman Tuhan, menaikkan sembah puji, maka kita sekalian akan menemukan dan mendapatkan Hikmat itu. Terpujilah Nama-Nya. Dengan ini saya, Jonathan K. Tunggal menutup Hening Kasih Kekal episode Maret 2006 ini. Saya percaya kalau kita sekalian mau merendahkan hati, mengambil waktu, mempergunakan semua yang kita peroleh maka tambah hari, kita sekalian akan bertumbuh dengan kepenuhan Hikmat Surgawi itu. Sampai bertemu lagi di kesempatan yang akan datang.
Listen Now:


Tagg It to send to friends | Download HENING Kasih Kekal-Maret 1, 2006- Mencari Hikmat | Play in Popup.


HENING Kasih Kekal - Februari 1, 2006 - Melangkah untuk Mengabdi
Marilah mendengarkan:Hening Kasih Kekal, Feb 1, 2006 [13 min./.mp3/1.4 MB] - Melangkah untuk Mengabdi.Tuhan Yesus memberkati.Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2006. All rights reserved.Teks:Selamat berjumpa kembali, Sdr-Sdri. Ini adalah Hening Kasih Kekal untuk episode bulan February 2006. Bagaimana kabar anda sekalian? Masih terus diberkati oleh Tuhan bukan? Saya percaya bahwa tahun 2006 ini sedang menjadi suatu tahun permulaan dari hidup yang penuh berkat dan kemenangan yang gilang-gemilang bagi kita sekalian. Halleluyah! Sdr-sdri, minggu yang lalu keluarga saya mendapat kesempatan untuk pergi makan di sebuah depot makanan. Tidak terlalu mewah, tetapi ada sesuatu hal cukup menarik yang kami saksikan. Di tempat ini, pegawai-pegawai-nya sangatlah cekatan. Ketika kami memperhatikan lebih seksama, mereka semua dan bukan hanya satu dua orang saja, hampir hampir mereka berlari melayani pelanggan. Terlebih pula, mereka sangat efisien dan tidak sekedar sok sibuk saja; ada tiga-empat orang untuk 25 meja yang semuanya terisi penuh. Kami mulai setengah geli, tetapi juga kagum akan hal ini. Istri saya memberi komentar bahwa di kebanyakan tempat lain, pegawai-pegawainya sering terbingung-bingung kalau ada sesuatu yang harus dikerjakan, meskipun lebih banyak pegawai daripada meja. Tetapi, sebaliknya di tempat ini, kelihatannya pegawainya bingung kalau tidak ada lagi yang dapat dilakukan. Pembicaraan kami terus berpikir bahwa semua ini terjadi karena mereka mungkin mendapat didikan yang baik dari atasan atau mereka mungkin juga mendapatkan bonus tambahan untuk prestasi mereka. Tiba-tiba, di dalam hati ini tercetus bahwa kejadian ini adalah sebuah gambaran akan pelayanan Tuhan di sekeliling kita ini. Gambaran apakah ini? Sdr-sdri, bukankah banyak anak-anak Tuhan, boleh dikatakan bingung kalau diminta untuk melayani? Mengapa banyak anak-anak Tuhan yang bingung bingung, ini termasuk saya sendiri, kalau diminta untuk melayani? Ada beberapa hal. Alasan pertama adalah karena kita tidak tahu atau sering lupa akan posisi kita sekalian. Karena kita telah ditebus dengan darah Kristus, kita semua adalah hamba-hambaNya. Ini yang sering kita lupa yaitu karena kita sekalian adalah hambaNya, maka kita harus melayaniNya. Maka, janganlah kita sekalian lupa akan hal ini. Kedua, kita kurang mendapat didikan dan arahan di posisi ini. Karena inilah di banyak gereja ada begitu banyak cara pemuridan agar kita boleh belajar melayani. Ini semua baik, tetapi kita harus belajar bahwa janganlah kita terhanyut akan sesuatu metode dan metode ini yang kemudian diagul-agulkan. Ingatlah kita budak Tuhan dan bukan budak dari pekerjaan Tuhan. Murid-murid Tuhan Yesus sendiri tidaklah langsung menjadi rasul-rasul yang hebat begitu mereka dipilih oleh Tuhan. Malah salah satu dari mereka tetap menjadi pengkhianat. Tetapi apa yang mereka alami selama Yesus ada di bumi? Mereka ikut Tuhan Yesus. Apa maksudnya? Mereka mendengarkan pengajaran Tuhan Yesus, mereka melihat mujizat-mujizat, mereka merasakan berkat anugrah, jasmani dan rohani bersamaNya, dan di bawah otoritasNya mereka melakukan perkara-perkara yang besar. Jadi ini semua adalah didikan dan arahan dari Guru Agung itu sendiri. Bagaimana dengan kita sekarang? Roh Kuduslah, yaitu Roh Tuhan Yesus itu sendiri yang akan mengajar. Kita harus mendengarkan suaraNya dan belajar bergerak mengikuti suara Roh Kudus itu. Alasan ketiga mengapa kita sering bingung di waktu diminta untuk pelayanan adalah karena kita takut salah atau menyalahi Atasan kita. Itu alasan yang cukup baik karena memang kita sekalian tidaklah boleh main-main dengan tugas dan mandat yang Tuhan berikan. Tetapi, ini bukanlah alasan untuk kita tidak mulai melangkah. Kalau Dia mulai berfirman, maka kita harus melangkah. Dia yang memberi perintah, Dia yang bertanggung-jawab. Di hidup ini, bilamana pegawai salah, maka atasan pasti kena getahnya. Sdr-sdri, Tuhan Yesus yang akan bela kita sekalian! Jangan kuatir! Dia sudah bayar kita dengan harga yang teramat sangat mahal. Pasti Dia bela! Tentunya asal kita tetap mau merendahkan-hati dan memberikan yang terbaik. Kita tidak usah bingung, meskipun akan ada ketidak-sempurnaan. Yang keempat adalah hal berikut. Seringkali kita mau memberikan yang terbaik. Ini harus, sdr-sdri. Orang-orang di sekeliling kita mendorong kita untuk melayani dan mengembangkan talenta-talenta yang kita punya di bidang yang kita pandang sebagai yang terbaik dari kemampuan kita! Tetapi ada satu hal yang harus kita waspadai dari pemikiran ini. Seorang yang mempunyai suara yang merdu, tentunya banyak akan berfikir, bahwa ia akan menjadi pemimpin pujian. Mungkin benar. Tetapi suaru merdu tanpa urapan Tuhan adalah hal yang sia-sia. Dan bukankah mungkin saja puji-pujian hanyalah suatu batu loncatan untuk pelayanan-pelayanan yang lebih indah bagi orang ini? Jadi, yang baik dari kita belum tentu yang terbaik untuk Tuhan. Saya teringat akan khotbah seorang hamba Tuhan di Amerika, Judson Cornwall namanya. Tuturnya di usia mudanya, dia sudah menjadi salah satu dari pemain dan pencipta musik rohani, terutama di alat musik organ, yang cukup ternama di Amerika Serikat. Suatu hari, Tuhan berkata agar ia tidak lagi, bukan saja memimpin pujian tetapi, untuk tidak lagi memainkan alat musik di masa senggangnya. Hancur hatinya! Suatu penderitaan besar! Sampai usia lanjutnya, bisa dihitung dengan jari, kapan ia diperbolehkan menyentuh organ. Tetapi, apa yang ia dapatkan? Hidupnya sekarang menjadi seorang guru dari Firman Tuhan yang teramat sangat dihormati. Sdr-sdri, hidup melayani harus ada penuh dengan ketaatan dan urapan! Talenta Tuhan berikan! Tetapi kita perlu tersungkur di hadapanNya, taat akan arahanNya dan tergantung dengan amat sangat akan urapan dan kuasaNya! Mungkin berikut adalah alasan anda mengapa anda belum sepenuh di dalam pengabdian kepada Tuhan Yesus! Apa yang orang lain pandang baik sebagai pelayanan anda, mungkin di lubuk hati anda, anda tahu Ia mengarahkan anda di suatu hal yang lain. Jangan putus harapan! Mulai dengan perkara kecil! Taatilah suaraNya! Turuti tuntunan-Nya! Ya, sekarang kita harus memulai dengan hal-hal yang kecil. Tetapi percayalah, bilamana kita memulai dan setia dengan perkara-perkara yang kecil, Ia akan menganugrahkan tanggung-jawab dan perkara yang jauh lebih besar dari yang pernah kita dapat bayangkan! Dan itulah salah satu bonus dari prestasi kita kalau kita mau setia dan taat! Terpujilah namaNya yang Kudus yang memberikan kita segala yang kita butuhkan dalam pengabdian kita kepada Tuhan Yesus. Saya percaya bahwa kita sekalian, mulai tahun ini, akan bertumbuh menjadi hamba-hamba yang menyenangkan hati Tuan kita. Halleluyah! Demikianlah sdr sdri, kami akhiri Hening Kasih Kekal episode February 2006 dan sampai berjumpa lagi!Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2006. All rights reserved.
Listen Now:


Tagg It to send to friends | Download HENING Kasih Kekal - Februari 1, 2006 - Melangkah untuk Mengabdi | Play in Popup.


HENING Kasih Kekal - Januari 2006 - Mempersiapkan dan Meluruskan Jalan Tuhan
Marilah mendengarkan:Hening Kasih Kekal, Jan 1, 2006 [10.5 min./.mp3/1.45 MB] - Mempersiapkan dan Meluruskan Jalan Tuhan.Tuhan Yesus memberkati.Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2006. All rights reserved.Teks: Selamat berjumpa, sdr sdri yth, di Hening Kasih Kekal episode Januari 2006. Saya Jonathan K Tunggal, atas nama Kasih Kekal www.kasihkekal.org mengucapkan Selamat Tahun Baru 2006. Saya percaya bahwa kalau kita sekalian sungguh-sungguh taat kepada Tuhan Yesus, maka berkat karunia dan kasihNya akan makin berlimpah di hidup kita dan keluarga kita sekalian di tahun 2006 ini. Bagaimana keadaan anda sekalian? Saya percaya bahwa di Natal yang baru lewat ini, kita sekalian mendapatkan pengertian yang baru tentang Juru Selamat kita yang tercinta itu. Biarlah pengertian ini menjadi hidup, dan bukan saja sekedar menjadi pengetahuan di hidup rohani kita masing-masing. Sdr-sdri, suatu kotbah yang saya telaah di Natal 2006 adalah suatu pesan untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Mari kita baca ayat berikut sebagai dasar. Yesaya 40: 3 Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! Pada waktu saya mendengar pesan itu, perhatian saya terpusat akan kata padang belantara. Saya mendapat pengertian bahwa padang belantara itu adalah tempat yang tandus, yang sulit dan yang belum terjamah. Satu hal yang saya langsung teringat adalah akan Kasih Kekal dan sarana audio podcasting Hening Kasih Kekal ini. Sdr sdri, sarana internet, apalagi mp3 dan podcasting, di Indonesia masihlah belum tersebar luas. Boleh dikatakan ini adalah masih sebuah padang belantara. Tidak sampai 10% dari penduduk Indonesia yang mendapatkan sarana ini. Tetapi kalau kita sekalian, boleh bekerja sama dan sebagai gantinya, mendapatkan berkat melalui sarana media ini, kita sungguh sudah mendapat kemurahan. Juga adalah kemurahan yang besar kalau situs Kasih Kekal ini, dengan segala kesederhanaannya, sudah boleh berjalan tetap untuk 3 tahun, membagikan berkat kepada kita sekalian, dan boleh memasuki tahun ke-4. Halleluya! Tetapi sdr-sdri, masih perlu diingat bahwa sarana internet, yang seakan-akan seperti padang belantara, adalah masih sangat tandus. Pemirsa sendiri sangat menyadari akan banyak hal-hal lain di internet yang tidak berguna, dan boleh dikatakan hal-hal itu seperti ?semak belukar?, yang bercokol dan merusak. Sdr-sdri, Tuhan berfirman agar kita, semua dari kita sekalian, meluruskan padang belantara dan mempersiapkan jalan raya bagi Allah kita. Bagaimana? Sederhana saja, sdr sdri, pergunakanlah sarana ini dengan baik. Apa yang kita baca, dengar, kirim kepada sekeliling kita, biarlah itu menjadi garam dan terang. Ini bukanlah suatu pesan yang terlalu dalam, tetapi biarlah kita sekalian mulai mengolah tanah yang tandus ini, memberi hidup, petak demi petak. untuk kemuliaanNya. Yang Tuhan minta adalah persiapan sebuah jalan raya. Untuk apa? Agar Dia, Tuhan Yesus Kristus dengan segala kemuliaan dan keagungan-Nya boleh lewat. Jadi, itulah kerinduan saya, dengan bekerja sama dengan anda sekalian, agar sarana ini berguna. Anda sekalian dapat mengundang rekan-rekan yang mencari Kebenaran untuk mengunjungi LahirBaru.kasihkekal.org, suatu bagian dari situs ini untuk orang-orang yang bertanya-tanya tentang dasar iman kita. Ataupun beritahukan sajalah alamat situs ini maupun situs-situs Kristiani lain kepada mereka. Biarlah kita sekalian menjadi keledai-keledai yang Tuhan tunggangi, dan supaya orang-orang di sekitar kita boleh bersorak Hosana! Hosana! Kepada siapa sdr sdri? Tentunya kepada-Nya, Tuhan Yesus. Pertama kita telah berbicara tentang persiapan jalan raya. Kedua, bagaimana meluruskan jalan tersebut. Sdr-sdri, jalan kita harus ada jalan harus ada tata cara dan kebenaran dalam melakukan segala hal. Banyak hal yang kami harus belajar tentang tata cara etika hidup di bawah kedaulatan Tuhan, tetapi ayat berikut di Matius 12: 18-19, sangat berbicara tentang satu hal tentang bagaimana kami harus bersikap. Matius 12: 18-19 "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan. Setiap langkah yang Tuhan Yesus lakukan adalah karena Roh Tuhan yang ada padaNya. Kemudian, Ia tidak perlu berbantah dan berteriak ketika memperdengarkan suaraNya, tetapi dengan kuasa Surgawi, Ia bertindak. Sdr-sdri, kita sekalian belajar untuk mendengarkan suara Roh Kudus yang ada di dalam hidup orang percaya dan taat akan perintahNya. Tidak perlulah kita berteriak dan berbantah! Tidak perlulah kita memaksakan Firman Tuhan kepada orang-orang di sekitar kita yang menolak kebenaran! Sebagaimana contoh, tahun 2005, saya bersama-sama anda sekalian membagikan artikel-artikel di LahirBaru.kasihkekal.org Tidak ada strategi marketing yang mutakhir. Tidak ada cara-cara yang memaksakan dan dalam tanda kutip ?ngotot?. Tentunya ada perencanaan, usaha dan sebagainya. Tetapi yang terpenting adalah bahwa pergumulannya justru di dalam doa-doa saya dan anda sekalian. Di SITULAH ada kuasa, kuasa di dalam nama Tuhan Yesus. Dan ternyata, banyak jiwa merenungkan artikel-artikel tentang Kelahiran Baru. Sdr-sdri, siapakah kita ini? Tidak ada kemampuan sama sekali, tetapi Ia berikan kuasaNya yang luar biasa melalui hidup kita sekalian. Puji NamaNya! Sdr Sdri, marilah kita belajar terus untuk mempersiapkan jalan untuk Tuhan dan meluruskannya. Bukan saja di situs ini. Tetapi, bagaimana dengan hati kita sekalian? Ini jauh lebih penting Apakah hati kita ini masih berbentuk padang belantara yang tandus? Belum berbuah dan belum memberi kehidupan? Mari, mari dengan segera kita persiapkan jalan di hati ini. Bagaimana? Bersekutu, berdoa, membaca Firman Tuhan lebih lagi di tahun yang baru ini. Dan saya percaya bahwa lambat atau cepat, Air Hidup itu mulai memancar keluar dari hidup kita masing-masing. Kita tidak perlu berteriak-teriak ataupun berbantah tentang Air Hidup itu di hidup kita. Memang kita harus menyaksikan cinta kasihNya, tetapi, bilamana ada sumber air terpancar dengan deras melalui hidup kita masing-masing, maka orang-orang yang rindu akan kehidupan akan dengan sendirinya berduyun-duyun datang untuk menikmati dan menyaksikan kemurahan yang Tuhan berikan melalui hidup kita. Marilah saya tutup episode Hening Kasih Kekal, yang sederhana ini untuk bulan Januari 2006 dengan ajakan agar kita semua mempersiapkan dan meluruskan jalan bagi Tuhan , tentunya dengan pertolongan Roh Kudus, di hidup kita masing-masing. Saya percaya bahwa tahun ini, kemuliaan, keagungan, kasih setia dan kemurahanNya akan terpancar dengan deras dan tanpa batas di hidup kita; dan oleh karenanya, hidup kita akan mengairi padang belantara, yaitu dunia yang haus akan cinta kasih dan kebenaran di dalam nama Tuhan Yesus. Tuhan memberkati dan menyertai anda sekalian. Copyright © 2006 Kasih Kekal www.kasihkekal.org
Listen Now:


Tagg It to send to friends | Download HENING Kasih Kekal - Januari 2006 - Mempersiapkan dan Meluruskan Jalan Tuhan | Play in Popup.


HENING Kasih Kekal-Desember 1, 2005- Melewati Lembah Kekelaman
Marilah mendengarkan:Hening Kasih Kekal, Desember 1, 2005 [12 min./.mp3/1.45 MB] - Melewati Lembah Kekelaman.Tuhan Yesus memberkati.Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2005. All rights reserved.Teks:Selamat berjumpa, sdr-sdri. Berikut adalah Hening Kasih Kekal episode bulan Desember 2005 dan Puji syukur kepada Tuhan Yesus yang mengijinkan kita sekalian untuk bersama-sama, berbincang-bincang dan menyaksikan kebaikanNya. Sdr-sdri, bulan ini adalah bulan Desember di mana di akhir bulan ini kita sekalian memperingati kelahiran Tuhan Yesus di bumi. Baiklah kita sekalian mempersiapkan diri untuk tidak saja memperingati dan merayakan kelahiran bayi Yesus, tetapi marilah kita menyambut Dia yang dengan penuh kasih telah datang, mengorbankan segala keilahian-Nya, hidup di tengah manusia yang penuh dosa, mati di kayu salib untuk menebus dosa kita sekalian dan bangkit dengan penuh kemenangan. Seringkali kita terjebak untuk memperingati hari Natal dengan segala acara dan kesibukan di sekitarnya. Bahkan fokus kita hanya kepada bayi Yesus. Ingat, saudara-saudari, Dia bukan bayi lagi, tetapi Dia sudah menjadi Tuhan, Juruselamat, dan Raja di atas segala Raja. Marilah kita gunakan kesempatan ini untuk memuji, menyembah Dia dan menyampaikan segala puji syukur atas kasihNya karena Dia, bersedia untuk hidup di tengah-tengah kita. Halleluya! Sdr-sdri, saya teringat akan sesuatu yang pernah saya baca. Di benua Amerika, hari Natal adalah salah satu hari di mana jauh lebih banyak orang bunuh diri dibandingkan dengan hari-hari yang lain. Sungguh mengagetkan! Ini dikarenakan karena di hari tersebut, banyak orang, yang tinggal di jalanan ataupun sendiri di rumah, melihat pesta perayaan di sekitarnya; oleh karenanya, mereka merasa kesepian, depresi, jauh dari sanak-saudara, terlunta-lunta bahkan putus asa karena tidak ada sukacita dan harapan di hidup mereka. Si jahat menyerang pikiran dan hati mereka, dan mereka memutuskan untuk mengambil hidup mereka sendiri. Tragis, tetapi nyata! Karena ini, saya teringat waktu-waktu lalu di hidup saya di mana serasa segala hal penuh dengan kesedihan dan keputus-asaan. Memang, waktu itu tentunya tidaklah sesulit yang banyak orang ini alami. Saya tidak pernah memikirkan tentang mengambil hidup ini dan sebagainya. Bukan maksud saya untuk berlebih-lebihan. Tetapi yang saya ingat hanyalah cucuran air mata dan kepedihan hati yang tiada hentinya. Banyak orang dan kebisingan fisik di sekitar saya, tetapi semua terasa sepi dan jauh pada saat itu. Saya lebih menikmati malam hari daripada siang hari. Bahkan, oh Tuhan ampuni saya, bahkan sdr-sdri, saya boleh dikatakan, di dalam tanda petik, ?muak? kalau melihat yang namanya orang percaya. Tetapi di tengah badai ini Mazmur 139: 11-12 menjadi kenyataan. Mari kita baca ini. Mazmur 139: 11-12 berkata: Jika aku berkata: "Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam," maka kegelapanpun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang. Sdr-sdri, di tengah kesulitan ini, bolehlah saya saksikan bahwa Tuhan Yesus setia. Dia merobek segala kegelapan. Berbulan-bulan bahkan tahunan, hati itu terasa demikian susah, tetapi sekali lagi saya boleh katakan, Dia memegang hidup saya. Tak pernah Dia lepaskan. Dia Batu Karang yang Teguh. Sekali lagi, tidak pernah Dia lepaskan! Sangat sulit untuk saya menjelaskan ini secara lisan, tetapi serasa Sepasang Mata Ilahi itu mengawasi, mengikuti, melindungi bahkan melingkupi setiap hal yang saya alami. Mengapa saya menceritakan ini? Sdr-sdri, saya tidak tahu apa yang anda sekalian alami. Mungkin saja anda sendiri kesepian dan putus harapan, meskipun anda pergi ke gereja dan bersekutu dengan sesama orang percaya. Anda mungkin sudah sebal dengan segala teori dan nasihat yang kekasih-kekasih kita sekalian berusaha sampaikan. Sdr-sdri, saya tidak mengerti apa yang anda rasakan. Hanyalah Roh Kudus yang mengerti. Maka daripada itu, ijinkanlah saya untuk menambahkan sedikit hal lagi. Saya mohon dengan amat sangat, jangan sekali-kali mengusir dan menghujat Allah Roh Kudus yang ada di hidup ini. Sdr-sdri, saya pada waktu itu penuh amarah, penuh kegusaran, penuh segalanya, tetapi untungnya, Roh Kudus itu memegang mulut, hati saya, tubuh jiwa roh ini supaya tidak menolak Dia. Jangan tolak Dia! Oh saudara, kalau itu terjadi.... SdrSdri, Roh Kudus itulah yang menjadi satu-satunya Teman. Mengeluhlah kepada Dia! Sdr-sdri, orang Kristen boleh ?curhat?, boleh mencurahkan hati ini, tetapi janganlah kepada sesama, nantinya jadi gosip saja. Tetapi, sekali lagi, curahkanlah isi hati ini kepada Tuhan! Dan Dia, akan menjawab! Juga, jangan lupa untuk mencari Tuhan. Seret kaki ini ke gereja, tempat di mana anda bisa dikuatkan. Baca Firman Tuhan! Tanyalah kepada Tuhan bagian mana yang harus saudara baca. Pengalaman saya mengajar bahwa justru di waktu yang sulit, suara Tuhan jelas. Di waktu inilah ada kesempatan emas. Pengertian Firman akan terbuka lebar, baik yang didapatkan melalui alkitab atau buku-buku pengajaran. Mungkin anda tahu akan seseorang yang sedang mengalami saat-saat yang sulit ini. Bilamana ini terjadi, berdoalah untuk mereka! Mengapa berdoa? Saya akui bahwa di waktu-waktu yang sulit itu, doa-doa orang yang mengasihi saya sangatlah mendukung dan menolong saya. Mereka diberi hikmat oleh Tuhan untuk tidak banyak bicara dan kotbah kepada saya. Janganlah langsung datang dengan penuh nasihat dan ayat tanpa bimbingan Roh Kudus. Salah satu hal yang paling menyusahkan adalah pemberian nasihat tanpa petunjuk Roh Kudus dari sesama orang percaya. Tetapi, tentunya kalau kita sekalian mendapat petunjuk dari Roh Kudus, marilah kita saling menguatkan, memperingatkan, menolong sesama orang percaya. Ini alkitabiah dan bukan maksud saya untuk melarang ini. Bahkan 2 Timotius 4: 2 berkata: Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Maka daripada itu, baiklah kita semua belajar untuk memberi pertolongan kepada yang terluka, dengan penuh kesabaran dan pengajaran. Marilah berhenti dari hal-hal yang tidak berguna. Kalau boleh saya tambahkan satu hal, ada sebuah peringatan untuk kita sekalian, termasuk saya, sesama pengguna internet. Marilah kita hentikan segala hal yang tidak ada gunanya melalui sarana ini. Waktu kita sangat pendek dan masih banyak hal yang Tuhan mau ajarkan kepada kita. Salah satunya adalah kesabaran untuk yang terluka. Kita mungkin sabar untuk ?download? sesuatu, tetapi adakah kesabaran untuk melayani sesama orang percaya? Sdr-sdri, biarlah saya tutup episode ini dengan pembacaan Filipi 2: 5-7 yang merupakan sikap Kristus di saat Ia datang ke dunia ini. Filipi 2: 5-7 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Saya, Jonathan K Tunggal beserta Kasih Kekal www.kasihkekal.org mengucapkan Selamat Hari Natal kepada anda sekalian. Tuhan memberkati dan biarlah berkatNya melimpah di hidup anda sekalian. Terima kasih dan sampai berjumpa lagi.
Listen Now:


Tagg It to send to friends | Download HENING Kasih Kekal-Desember 1, 2005- Melewati Lembah Kekelaman | Play in Popup.


Hening Kasih Kekal-November 2005- Dipelihara Sebagai Biji Mata Tuhan
Marilah mendengarkan:Hening Kasih Kekal, November 1, 2005 [10.5 min./.mp3/1.2 MB] - Dipelihara Sebagai Biji Mata Tuhan.Tuhan Yesus memberkati.Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2005. All rights reserved.Teks:Apa kabar, sdr-sdri yth.? Saya, Jonathan Tunggal, menyampaikan salam sejahtera untuk anda sekalian. Terima kasih kalau anda boleh sekali lagi bergabung di acara ini, Hening Kasih Kekal untuk episode bulan November 2005. Saya percaya bahwa Tuhan Yesus telah dan sedang memberkati anda sekalian dengan RahmatNya yang tak terukur. Sdr-sdri, hari-hari ini saya pribadi diingatkan oleh Tuhan untuk terus bersikap tulus dan lurus dalam segala hal. Kalau tiba-tiba Ia mengingatkan hal seperti ini, hati ini agak tersentak. Apa maksud peringatan ini? Apakah ada hal-hal di dalam hidup ini yang tidak benar, yang mungkin, secara sedikit demi sedikit, melenceng keluar dari jalanNya? Bahkan, apakah ada kemunafikan dalam hidupku? Mengkuatirkan juga kalau mendapatkan peringatan seperti ini. Mungkin ada pertanyaan, bagaimana asal-muasal peringatan ini? Ini bermula dari satu ayat singkat yang saya dapatkan di Mazmur 17: 8a. Mari kita baca ayat ini, Mazmur 17:8a: Peliharalah aku seperti biji mata, .. Sdr-sdri, siapa yang tidak mau menjadi biji mata Tuhan? Pasti semua mau! Kalau kita hari ini boleh mengaku Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat, maka karena ini kita mendapatkan hak waris sebagai anak-anak Tuhan dan boleh dengan segera masuk mendapatkan janji-janji Tuhan. Oh terpujilah Nama Tuhan! Tetapi ayat ini mengajar, bukan saja menjadi anak Tuhan, tetapi adalah suatu yang luar biasa menjadi biji mata Tuhan. Saya tidak tahu apakah ada anak Tuhan yang bukan biji mata Tuhan. Yang penting bagi saya dan anda sekalian, apakah kita ini biji mata Tuhan? Maksudnya bagaimana? Biji mata Tuhan adalah anak Tuhan yang mendapatkan fasilitas khusus dari Tuhan. Berarti, apakah Tuhan main pilih kasih? Sdr-sdri, saya tidak tahu mengenai ini. Tetapi adalah suatu hak Tuhan kalau Dia mau memberi fasilitas-fasilitasNya, KaruniaNya, berkat yang tersendiri dan sebagainya kepada orang-orang tertentu. Tetapi yang saya tahu adalah sebagaimana berikut. Daud berseru agar dia dipelihara sebagai biji mata Tuhan. Seruan ?dipelihara? menunjukkan bahwa ada kemungkinan bahwa seseorang bisa keluar dari garis batas tertentu; kalau ia tidak dalam garis batas ini maka tentunya ia tidak menjadi biji mata Tuhan. Daud berseru ?Peliharalah aku seperti biji mata,...?! Ini luar biasa. Ia sangat peduli akan keberadaannya di hadapan Tuhan. Ia mengerti bahwa seorang yang dipelihara seperti biji mata, mendapatkan suatu berkat tersendiri. Bagaimana dengan kita? Apakah kita peduli akan keberadaan kita di hadapanNya? Ataukah kita seenaknya sendiri dengan apa yang Ia anugrahkan kepada kita? Sdr-sdri, saya berpendapat bahwa kita harus berusaha dengan pertolongan Roh Kudus, supaya keberadaan kita layak dan benar. Apakah hal-hal ini? Mari kita lihat hidup Daud. Di Mazmur fatsal yang sama, fatsal 17: ayat 1 dan 3. Mari kita baca: Ayat 1. Doa Daud. Dengarkanlah, TUHAN, perkara yang benar, perhatikanlah seruanku; berilah telinga akan doaku, dari bibir yang tidak menipu. Ayat 3. Bila Engkau menguji hatiku, memeriksanya pada waktu malam, dan menyelidiki aku, maka Engkau tidak akan menemui sesuatu kejahatan; mulutku tidak terlanjur. Sdr-sdri, Daud dengan berani dan tegas menyatakan bahwa bibirnya tidak menipu dan bilamana ia diuji dan diselidiki, tidak akan ditemui kejahatan. Pendek kata, tidak ada kepalsuan dan hidupnya tulus dan lurus. Boleh dikata, sangat nekat ia berbicara seperti ini di hadapan Tuhan. Tetapi, nyatanya Tuhan berkenan. Ini adalah asal muasal dari peringatan yang Tuhan sampaikan kepada saya pribadi. Jadi, bagaimana dengan hidup kita? Sudah lurus dan tulus? Pasti ada ketidak-sempurnaan. Terkadang, bahkan sering kali kita jatuh, tetapi apakah sudah ada fokus dan sikap yang kita ambil untuk mengarah ke sana? Bilamana sudah, apakah terus berdoa seperti Daud, supaya terus diri ini DIPELIHARA, agar supaya jangan keluar dari batas batas yang Tuhan berikan? Kemudian, hal apakah lagi yang Daud selalu lakukan? Saya belajar bahwa dia selalu memuji dan menyembah Tuhan. Ini sudah bukan rahasia lagi. Baca saja kita Mazmur. Dan kita semua sadari bahwa kita perlu mempunyai kehidupan yang terus-menerus menyembah Tuhan, baik melalui mulut atau tindak-tanduk kita. Tetapi, kalau kita mau jujur, kalau pengertian akan hati yang menyembah sudah dicanangkan dan diajarkan di mana-mana, apakah kita sudah memuji dan menyembah Dia seperti Daud? Atau pengertian ini hanyalah sekedar pengetahuan? Saya percaya bahwa kehidupan yang terus memuji dan menyembah ada di hidup biji mata Tuhan. Hal yang ketiga di hidup Daud adalah ia adalah pribadi yang suka mengampuni. Ia tidak membunuh Saul pada waktu kesempatan itu diberikan dan ia bahkan menangisi kematian Absalom, si anak yang mengkhianatinya. Dan ia adalah sosok yang dengan segera minta ampun kalau menyadari akan dosa-dosanya. Hati yang penuh penyesalan ia sampaikan kepada Tuhan setelah ia mengambil Bethseba sebagai istrinya dan juga, ketika, karena kesombongannya, ia menghitung jumlah orang Israel dan Yehuda. Sdr-sdri, pribadi yang suka mengampuni dan juga, yang dengan segera menyesali dosa-dosanya, ada di hidup Daud, seorang yang diperlakukan seperti biji mata Tuhan. Yang terakhir yang saya lihat, ialah Daud tidak pernah sekalipun, bahkan tidak pernah disebut, memberi muka dan kesempatan akan praktek dan sikap penyembahan berhala di hidupnya. Tidak ada tradisi, patung, figur, sosok, ikatan apapun yang berkaitan dengan penyembahan berhala di hidupnya. Bagaimana dengan kita sekalian? Apakah kita masih menoleransi hal-hal ini? Mungkin saja kita tidak menyadarinya dan buta akan hal-hal tertentu yang Tuhan tidak senang. Maka daripada itu, marilah kita meminta Tuhan agar supaya membuka mata kita dan membebaskan kita, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, dari segala ikatan si jahat yang masih membelenggu kehidupan kita ini. Sdr-Sdri, di hidup Daud ada pertama, hati yang lurus dan tulus, kedua, kehidupan yang memuji dan menyembah Tuhan tanpa hentinya, ketiga, hati yang suka mengampuni dan penuh penyesalan ketika menyadari dosa-dosanya, dan terakhir, sikap yang tidak memberi kesempatan kepada aspek-aspek penyembahan berhala. Keempat hal inilah yang mendasari kehidupan Daud, seorang yang dipelihara seperti biji mata Tuhan. Sdr-sdri, Dengan ini saya mengakhiri Hening Kasih Kekal, episode November 2005. Tetapi sebelum saya akhiri, marilah kita berlari terus, belajar dari raja Daud, dan oleh karenanya, boleh mendapatkan berkat karunia yang luar biasa dari Bapa kita yang di Surga. Dan saya percaya kita akan dipelihara sebagai biji-mata Tuhan. Terpujilah namaNya yang kekal!Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2005. All rights reserved.
Listen Now:


Tagg It to send to friends | Download Hening Kasih Kekal-November 2005- Dipelihara Sebagai Biji Mata Tuhan | Play in Popup.


HENING Kasih Kekal-Oktober 2005- Melangkah di Dalam Tuntunan dan Tujuan Tuhan
Marilah mendengarkan:Hening Kasih Kekal, Oktober 1, 2005 [10 min./.mp3/1.1 MB] - Melangkah di Dalam Tuntunan dan Tujuan Tuhan.Tuhan Yesus memberkati.Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2005. All rights reserved.Teks: Apa kabar, sdr-sdri yth? Selamat datang di Hening Kasih Kekal, episode bulan Oktober 2005. Saya, Jonathan K Tunggal, merasa sungguh itu suatu berkat bilamana sekali lagi kita sekalian dapat berjumpa melalui sarana ini. Sdr-sdri, hari-hari ini adalah saat-saat yang sangat menarik untuk kami. Melalui berbagai macam sarana, Tuhan telah menuntun dan memberi petunjuk kepada saya untuk memulai beberapa hal yang baru, baik dalam hidup pribadi maupun ke mana pelayanan ini akan diarahkan. Terima kasih, Tuhan! Bagi anda sekalian yang rindu akan suaraNya, jangan menyerah! Doa saja terus! Ia sangat suka kalau kita bertanya akan nasihatNya. Saya yakin bahwa Roh Kudus akan dengan tegas dan jelas memberi petunjukNya. Itu bilamana kita mau bertanya dan mau mendengar. Jadi, jangan berhenti berdoa kalau serasa belum ada pengarahan yang pasti dari Tuhan. Ia akan berbicara. Tentunya saya sangat bersyukur kalau Tuhan memberi suatu petunjuk. Tetapi, apa yang harus kemudian dilakukan kalau petunjuk atau pengarahan itu diberikan? Ya, lakukan saja petunjukNya itu! Bukankah di episode yang lalu kita sekalian belajar menyadari bahwa Ia yang akan memulai dan yang akan juga menyelesaikan segala hal? Halleluya! Tetapi, kalau kita mau jujur saja, bukankah seringkali timbul keragu-raguan bahkan keengganan, untuk melangkah mengikuti petunjuk Tuhan ini? Terus-terang saya pribadi belajar untuk bergumul dan berperang menumpas habis segala keragu-raguan yang timbul dalam hati dan pikiran ini. Sdr-sdri, saya teringat akan Ribka pada waktu ia dipinang oleh hamba Abraham. Ingatkah anda sekalian pada waktu Laban meminta kepada hamba Abraham untuk mengijinkan Ribka untuk tinggal lebih lama? Marilah kita simak peristiwa ini di: Kejadian 24: 55-58 Tetapi saudara Ribka berkata, serta ibunya juga: "Biarkanlah anak gadis itu tinggal pada kami barang sepuluh hari lagi, kemudian bolehlah engkau pergi." Tetapi jawabnya kepada mereka: "Janganlah tahan aku, sedang TUHAN telah membuat perjalananku berhasil; lepaslah aku, supaya aku pulang kepada tuanku." Kata mereka: "Baiklah kita panggil anak gadis itu dan menanyakan kepadanya sendiri." Lalu mereka memanggil Ribka dan berkata kepadanya: "Maukah engkau pergi beserta orang ini?" Jawabnya: "Mau." Sdr-sdri., Ribka ini luar biasa. Ia tidak mau menunda-nunda kehendak Tuhan di dalam hidupnya. Kalau kita pikirkan, apalah artinya 10 hari? Tetapi tidaklah demikian dengan Ribka. Ia dengan amat sangat tegas, mau dan tanpa ada paksaan untuk segera mengikuti hamba Abraham, menikah dengan Ishak dan melalui ini, melangkah ke tujuan hidup yang telah Tuhan persiapkan. Saya kira pasti ada rasa was-was yang ia rasakan. Bagaimana tidak? Dalam 1 hari ia harus memutuskan untuk pergi jauh ke tanah yang asing, meninggalkan keluarganya dan menikah dengan seorang yang ia tak ketahui. Pasti ada tanda tanya dan gejolak di hatinya. Tetapi, Ribka mengenali petunjuk Tuhan. Dan ia memutuskan untuk dengan segera, ia mengikuti ini. Bagaimana dengan kita sekalian? Mungkin kita sudah mendapat pengarahan dan petunjuk ilahi. Tetapi, apakah kita berani melangkah? Pasti hati kita berdebar-debar menghadapinya. Tidaklah mudah kalau kita mau jujur saja. Sebagai orang percaya, kita tidak mempunyai pilihan; kita harus melangkah. Seperti Ribka. Hari ini juga kita akan mulai melangkah. Langkah demi langkah. Sdr-sdri, ketika kita mulai melangkah, kita sadar bahwa kita berada di sebuah perjalanan. Ada panas terik. Ada bahaya. Ada rintangan. Tidaklah langsung kita mencapai tujuan. Jadi, ada proses sampai tujuan Tuhan itu nyata. Ribka, di perjalanan ini, disertai oleh hamba Abraham. Kita, dalam perjalanan ikut Tuhan, disertai oleh penolong Ilahi, yaitu Roh Kudus. Oh sungguh tidak main-main apa yang Bapa berikan agar kita sampai tujuan. Roh Kudus, Roh Tuhan itu sendiri yang turun tangan menuntun dalam perjalanan ini. Ribka tidak mengenal jalan yang harus ditempuh. Ia harus taat akan tuntunan kepada hamba Abraham. Maka daripada itu, seperti Ribkah, adalah sungguh penting untuk kita taat akan suara dan perintah Roh Kudus. Kalau tidak kita akan tersesat. Bahkan bisa-bisa fatal kalau kita berjalan keluar dari garis yang ditentukan Roh Kudus. Ini kan konyol kalau ini terjadi? Anda, sudah mendapat pengarahan jelas dari Tuhan tentang tujuan hidup. Sudah berani melangkah. Hebat, penuh iman. Tetapi, di tengah jalan, tidak dengar-dengaran akan suara Roh Kudus. Maka daripada itu, saya berdoa kalau saya dan anda sekalian berani melangkah mengikuti kehendakNya, maka kita juga akan tetap berada di jalur yang benar. Sampai akhir. Sampai rencana Tuhan yang sempurna itu terwujud menyeluruh di dalam hidup ini. Dikatakan di akhir perjalanan Ribka, di Kejadian 24: 62-63: Adapun Ishak telah datang dari arah sumur Lahai-Roi; ia tinggal di Tanah Negeb. Menjelang senja Ishak sedang keluar untuk berjalan-jalan di padang. Ia melayangkan pandangnya, maka dilihatnyalah ada unta-unta datang. Sdr-Sdri, Ishak menunggu pengantinnya. Ia melayangkan pandangnya, dan dengan penuh pengharapan ia melihat unta-unta datang. Seperti Ishak, Allah Bapa menunggu kita sekalian dengan amat sabar. Sdr-sdri, sudahkan kita mendengar pengarahanNya? Sudahkah kita melangkah mengikuti petunjukNya tersebut? Sudahkah kita taat akan Roh Kudus agar kita berada terus di jalur yang benar? Maka, bilamana sudah, kita akan sampai ke tujuan, melakukan kehendakNya yang sempurna, ajaib dan penuh kuasa di dalam hidup kita sekalian. Halleluya! Demikianlah, sdr-sdri, Hening Kasih Kekal untuk bulan Oktober 2005. Saya mohon anda juga mendoakan terus untuk sarana ini dan juga, situs Kasih Kekal di www.kasihkekal.org . Terima kasih. Tuhan menyertai dan memberkati anda sekalian. Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2005. All rights reserved.
Listen Now:


Tagg It to send to friends | Download HENING Kasih Kekal-Oktober 2005- Melangkah di Dalam Tuntunan dan Tujuan Tuhan | Play in Popup.


HENING Kasih Kekal -September 1, 2005 - Sekonyong-konyong Ia Bertindak
Marilah mendengarkan rekaman audio/podcasting:Hening Kasih Kekal, September 1, 2005 [8.5 min./.mp3/ 1 MB] - Sekonyong-konyong Ia BertindakTuhan Yesus memberkati.Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2005. All rights reserved. Teks: Selamat berjumpa lagi, saudara-saudari yang terkasih, di acara Hening Kasih Kekal untuk bulan September 2005. Suatu kehormatan kalau saya, Jonathan K Tunggal, dapat sekali lagi berbincang-bincang dan menyaksikan kasih setia Tuhan Yesus Kristus bersama-sama dengan anda sekalian. Bagaimana kabar anda sekalian? Saya percaya bahwa semua pasti baik-baik saja karena Tuhan Yesus masih dan selalu beserta dengan kita sekalian sampai saat ini. Sdr-Sdri, saya ingin berterus-terang tentang sesuatu hal. Pada waktu saya merenungkan tentang apa yang dapat dikatakan di episode ini, terus terang saja tidak banyak, bahkan boleh dikatakan tidak ada bahan yang terbersit di hati saya. Jadi, bagaimana? Setiap kali ini terjadi, ini mengingatkan saya akan suatu hal yang pasti kita semua alami di perjalanan iman kita. Pernahkah kita mengalami suatu waktu di mana, serasa, tidak ada pewahyuan dari Tuhan sama sekali? Serasa Dia tidak berbicara dengan kita. Kita membaca Firman dan itu semua terasa hanya huruf-huruf mati saja. Kita memuji dan terasa hadiratNya tidak ada. Kita berdoa dan terasa Dia tidak mendengar. Kita mempunyai masalah dan semua jalan tampaknya seperti jalan buntu. Hati ini rasanya ingin berteriak, ?Di mana Engkau, Tuhan?? Kita mereka-reka di dalam hati ini apa yang jalan yang kita tempuh sekarang ini adalah jalan yang sesuai dengan kehendakNya. Namun, saya terhibur dengan apa yang istri saya sampaikan. Katanya ,? Jalan Tuhan memang tak terselami. Jangan berusaha diselami. Jalani saja.? Ya, ini memang benar. Kita semua berjalan dengan langkah iman. Mana bisa kita berusaha mengerti, menafsirkan dan menyelami Tuhan dengan sepenuh? Saya tandaskan sekali lagi, dengan sepenuh. Memang hidup rohani kita akan harus selalu mencari pengertian surgawi, penafsiran Firman Tuhan dan penyelaman hikmat Tuhan. Tetapi, ada sesuatu saat di mana kita menyadari keterbatasan kita. Kita merasa tak berdaya lagi. Di saat inilah kita belajar bersandar kepada Tuhan. Saya diingatkan akan ayat berikut yang terdapat di Yesaya 48: 3firman TUHAN: "Hal-hal yang terjadi di masa yang lampau telah Kuberitahukan dari sejak dahulu, Aku telah mengucapkannya dan telah mengabarkannya. Kemudian dengan sekonyong-konyong Aku melaksanakannya juga dan semuanya itu sudah menjadi kenyataan.Kalau saya boleh melihat kembali ke belakang yang apa saya alami, ke semua tantangan dan masalah yang dihadapi di waktu yang lalu, saya boleh berkata sekarang, ?Ternyata begitu saja penyelesaianNya. Begitu mudah ya. Memang Tuhan baik!? Itu sekarang. Pada waktu mengalaminya di masa lalu itu, tentunya saya malu dengan sikap saya terhadap Tuhan. Saya ingat, pada waktu yang lalu itu, semua terasa begitu sakit dan penuh tantangan. Tetapi, nyatanya, Tuhan menyelesaikan segala perkara. Halleluya! Bagaimaman dengan sekarang? Sekarang saya, lagi-lagi, menghadapi tantangan baru, problema baru, visi baru! Terus terang, terasa ada tekanan yang berat. Tetapi, kalau dulu Tuhan yang menyelesaikan segala hal, maka kali ini pasti Dia juga yang menyelesaikan segala hal. Dengan baik. Dengan sangat sempurna. Ingat, dengan sekonyong-konyong dan tanpa kita sangka. Jadi, melalui pengalaman pribadi dan melalui ayat ini Tuhan mengajarku bahwa Ia sudah mengucapkan dan mengabarkan segala janjiNya kepadaku. Tetapi aku ini yang seringkali tidak teguh. Tetapi di sini kita boleh belajar bahwa Dia, dengan sekonyong-konyong, sekali lagi dengan sekonyong-konyong, akan melaksanakan semua dan membawa menjadi kenyataan apa yang telah Ia janjikan untuk kita. Ada mungkin pertanyaan mengapa, kita harus mengalami tekanan-tekanan ini? Yesaya 48: 5 berkata: maka Aku memberitahukannya kepadamu dari sejak dahulu; sebelum hal itu menjadi kenyataan, Aku mengabarkannya kepadamu, supaya jangan engkau berkata: Berhalaku yang melakukannya, patung pahatanku dan patung tuanganku yang memerintahkannya. Sdr-Sdri., ini semua diijinkan supaya kemuliaanNya tidak dicuri oleh kita. Supaya kita jangan sekali-kali berkata, bahwa kekuatan-ku, kemampuanku, kegagahanku, semua berhalaku yang memberikan jalan keluar dan berkat dalam hidup ini. Supaya kita belajar ketekunan dan merendahkan-diri di hadapanNya. Jadi, apa yang harus kita perbuat sekarang? Sdr-Sdri, saya tidak dapat menyelami dan mengerti jalan-Nya dengan sepenuh. Namun, saya dan anda sekalian harus selalu tetap mengikuti jalan-Nya. Jalan apakah ini? Jalan dan petunjuk yang sudah Ia ucapkan dan kabarkan untuk kita ikuti. Mengapa? Karena hanya di jalan-Nya inilah Ia akan, dengan tiba-tiba dan tanpa kita sangka, dengan penuh mujizatNya, melaksanakan kehendakNya yang sudah Ia janjikan untuk kita sekalian. Terpujilah NamaNya! Demikianlah, sdr-sdri, Hening Kasih Kekal untuk bulan September 2005. Saya mohon anda juga mendoakan terus untuk sarana ini dan juga, situs Kasih Kekal di www.kasihkekal.org . Berdoalah agar kuasa kemurahan Tuhan saja yang boleh nyata dengan berlimpah. Terima kasih. Tuhan menyertai dan memberkati anda sekalian.Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2005. All rights reserved.
Listen Now:


Tagg It to send to friends | Download HENING Kasih Kekal -September 1, 2005 - Sekonyong-konyong Ia Bertindak | Play in Popup.


HENING Kasih Kekal - Agustus 1, 2005 - Mengundang Roh Kudus Untuk Berkarya
Marilah mendengarkan rekaman audio/podcasting:Hening Kasih Kekal, Agustus 1, 2005 [9.5 min./.mp3/1.1 MB] - Mengundang Roh Kudus untuk BerkaryaTuhan Yesus memberkati.Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2005. All rights reserved. Teks: Terpujilah NamaNya, Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat, kalau saya, Jonathan K. Tunggal, dapat sekali lagi berbincang-bincang dengan anda melalui acara Hening Kasih Kekal; berikut ini adalah episode bulan Agustus 2005 dan saya berdoa bahwa sarana audio ini akan terus mengijinkan Roh Kudus untuk terus membimbing kita semua agar tambah hari tambah mengasihi Tuhan Yesus. Sdr Sdri, hari-hari ini saya bertambah kagum akan kasih setiaNya kepada umat percaya. Di situs Kasih Kekal sendiri, di www.kasihkekal.org, kami merasakan bahwa Ia terus berkarya dengan heran. Baru-baru saja, setelah suatu kolom pemikiran untuk Jurnal Kasih Kekal ditulis dan diselesaikan, kami disadarkan, bahwa tulisan singkat tersebut adalah kolom yang ke-100 sejak Jurnal Kasih Kekal dimulai di bulan February 2005. Oh terima kasih Tuhan, kalau Engkau terus beserta dengan kami. Kami sendiri geleng-geleng kepala bagaimana itu mungkin. Hanya dimulai dengan langkah sederhana untuk menulis pengertian-pengertian yang terbersit di dalam renungan pribadi, tanpa disangka sudah sampai yang ke-100. Prasarana terbatas, tetapi Ia yang ada di dalam hidup kita sekalian, sangat besar! Ia yang memungkinkan semua ini terjadi. Tetapi, sadarkah kita sekalian bahwa Ia, Roh Kudus, yaitu Roh dari Tuhan Yesus itu sendiri, yang ada di dalam hidup setiap orang percaya, adalah teramat sangat penuh kuasa dan hikmat? Mungkin ini sudah saya sampaikan di episode-episode yang lalu, tetapi terkadang kita, termasuk saya yang mengatakannya, masih kurang mengerti sepenuhnya akan ajaib kuasaNya. Kalau kita mengijinkan Dia untuk tambah hari, terus-menerus, tanpa batas, menguasai dan mengambil alih hidup kita, maka Nama Tuhan akan dipermuliakan. Marilah kita baca 2 ayat berikut di Lukas 2: 40 dan 52. Harap disimak bahwa yang dimaksud dengan kata anak di sini adalah Tuhan Yesus sendiri. Ayat 40: Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya. Ayat 52: Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia. Sdr, sdri, kita sekalian harus seperti Yesus. Hidup rohani kita harus bertambah besar dan menjadi kuat dan penuh karunia. Dengan tentunya akan ada tambah hikmat. Mungkin ada pertanyaan, Itu kan Tuhan Yesus? Dia kan Tuhan. Sdr-Sdri, jangan berfikir demikian. Mari kita baca Lukas 1: 80: Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel. Yang dimaksud dengan kata 'anak' di sini adalah Yohanes Pembaptis. Ini bukti bahwa bukan saja ini untuk Tuhan Yesus, tetapi juga untuk manusia biasa. Tetapi semua ini mungkin karena Roh Kudus, yang adalah Roh dari Tuhan Yesus sendiri, dan yang ada di dalam hidup kita, akan membawa kita sekalian untuk bertambah besar, kuat, bertambah hikmat dan karunia. Ini kalau kita ijinkan Tuhan untuk berkarya! Kalau kita sekalian tidak bersedia untuk kita makin berkurang, dan Dia makin bertambah, ya tentu saja Roh Kudus tidak akan memaksa. Mungkin ada keragu-raguan bahwa kuasaNya dapat terpancar dari hidup kita, orang-orang awam. Oh Sdr Sdri, jangan ragu-ragu! Kalau kita membiarkan Dia berkarya, dunia melihat itu, meskipun kita sendiri tak menyadari. Dunia dan orang-orang di sekitar kita sedang menyorot dan memperhatikan Pribadi Ilahi yang ada di dalam hidup kita, tanpa anda sendiri ketahui. Coba tanya kepada Tuhan untuk membuka mata kita dan tentunya dengan segala kerendahan hati, agar kita dapat melihat terang yang terpancar dari hidup kita sekalian umat percaya! Akhir-akhir ini situs Kasih Kekal ini melihat bagaimana Ia boleh berkarya dengan heran. Dia selalu bekerja tanpa bisa ditebak atau sesuai dengan ambisi kedagingan manusia, tetapi sekali lagi, kalau kita ijinkan, Ia akan berkarya. Tetapi karena itu, Ia mengingatkan saya dengan ayat berikut. Mari kita simak: Amsal 17: 27, 28Orang yang berpengetahuan menahan perkataannya, orang yang berpengertian berkepala dingin. Juga orang bodoh akan disangka bijak kalau ia berdiam diri dan disangka berpengertian kalau ia mengatupkan bibirnya.Ia mengingatkan dengan keras agar situs Kasih Kekal, dan juga kita sekalian untuk sangat menyimak apa yang kita semua katakan. Ini memang agak problematik. Situs Kasih Kekal beserta dengan artikel, kotbah dan kesaksiannya, Sarana Audio Podcasting Hening Kasih Kekal, Sarana Jurnal Kasih Kekal, semua ini, lah namanya ini adalah sarana media, adalah dasarnya berisi banyak kata dan ucapan. Tetapi Tuhan mengingatkan. Hati-hatilah! Kendalikan mulut ini! Waspadalah! Jadilah Bijak! Saya percaya kalau Roh Kudus yang memimpin, mengawasi dan membimbing, yang keluar adalah hal-hal yang baik dan bijak. Saya pribadi belajar bilamana saya sendiri terlalu banyak bicara, maka yang keluar adalah kebodohan. Lagipula, ayat 28 mengajarkan kalau saya, orang yang bodoh ini, kalau saya belajar untuk berdiam diri dan membiarkan Roh Kudus untuk berkarya, enak juga kalau saya dianggap lebih pandai dibandingkan segala keterbatasan saya! Ya, memang kalau kita ikut Tuhan, kita akan selalu dibawa terbang tinggi. Jadi, pada akhirnya, marilah berdoa bersama-sama meminta Dia untuk mengambil alih hidup kita. Bapa Yang di surga, kami menyadari betapa terbatasnya kemampuan kami. Tetapi kami juga tahu, Tuhan, bahwa ketika kami mengaku bahwa Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kami, RohMu sendiri, Roh Kudus itu mulai hidup dan bersemayam dalam hidup kami. Maka itu Tuhan, kami undang Engkau Roh Kudus, untuk lebih berperan lagi, bahkan berperan tanpa batas di dalam hidup kami. Roh Kudus, ambil alih kendali pimpinan jalan hidup ini. Kuasai setiap pikiran, pendengaran, perkataan, dan perbuatan, bahkan setiap kerling mata dan denyut nafas kami, agar NamaMu dan hanya NamaMu, Yesus Kristus Tuhan, boleh tambah hari tambah dipermuliakan di hidup kami ini. Terima kasih Roh Kudus karena Engkau sudi untuk hidup dan berkarya. Dalam Nama Tuhan Yesus kami berdoa. Sdr Sdri, demikianlah Hening Kasih Kekal untuk episode bulan Agustus 2005. Sampai berjumpa dan Tuhan Yesus memberkati anda sekalian dengan RahmatNya yang tanpa batas.Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2005. All rights reserved.
Listen Now:


Tagg It to send to friends | Download HENING Kasih Kekal - Agustus 1, 2005 - Mengundang Roh Kudus Untuk Berkarya | Play in Popup.


HENING Kasih Kekal - Juli 1, 2005 - Setia Menabur Benih
Kasih Kekal mengundang anda untuk mendengarkan rekaman audio/podcasting:Hening Kasih Kekal, Juli 1, 2005 [11 min./.mp3/1.3 MB] - Setia Menabur Benih Tuhan Yesus memberkati.Hak cipta/Copyright (c) Kasih Kekal www.kasihkekal.org 2005. All rights reserved.Teks: Selamat berjumpa lagi sdr. sdri yang kami kasihi dalam Yesus Kristus! Ini adalah Hening Kasih Kekal untuk episode bulan Juli 2005 dan teramat girang bilamana saya, Jonathan K. Tunggal, melalui sarana ini dapat sekali lagi berbincang-bincang dengan anda sekalian mengenai Dia, Yesus, Tuhan, Juruselamat, Kekasih dan segalanya bagi kita sekalian. Saya teringat akan apa yang disampaikan di episode perdana di Bulan April 2005 yang lalu. Di waktu itu, betapa dengan penuh keterbatasan acara perdana dari Hening Kasih Kekal di mulai. Dari episode pertama itu, sekarang sudah direkam sampai acara ke empat. Halleluyah! Sungguh dahsyat Tuhan kita ini! Empat rekaman singkat sudah terlewat! Puji syukur untuk Dia yang melakukan segala hal. Mungkin anda ada sedikit pertanyaan mengapa saya begitu antusias akan hal ini. Mungkin terbersit pemikiran mengapa hal yang begitu sederhana saja saya rayakan dengan penuh sukacita. Sdr sdri, ini bukannya karena kuat dan gagah kami. Saya tahu, bahwa acara ini sangatlah sederhana. Tetapi yang saya dapat saksikan adalah sesuatu proses yang sangat menakjubkan bagi saya pribadi. Apakah proses yang saya maksud ini? Coba bayangkan hal berikut. Dari satu episode menjadi empat. Bayangkan bilamana semua yang anda lakukan dan miliki sekarang, dari satu menjadi dua dan dari dua menjadi empat! SEMUA yang anda miliki! Talenta bakat anda, berkat rohani dan jasmani anda, kasih, kuasa, hikmat, kebijaksanaan, damai sejahtera, ketekunan anda, semua yang dapatkan dari Yesus Kristus, dari satu menjadi empat! Bayangkan perlahan-lahan sekarang ini! Bukankah anda sekarang akan melompat-lompat, bahkan kita akan berteriak kegirangan bilamana ini terjadi! DAN ini terjadi dengan Kasih Kekal. Situs ini menjalani tahun-ketiganya. Jurnal Kasih Kekal masuk bulan ke-lima. Hening Kasih Kekal merekam episode ke-empatnya. Hanya Dia, Yesus, yang patut menerima segala pujian untuk segala hal ini. Saya percaya bahwa Tuhan siap, bahkan itu adalah salah satu janjiNya, untuk melipat-gandakan, segala hal yang telah dipercayakan kepada kita sekalian. Sebagaimana contoh, Dia menabur FirmanNya dalam hati kita. Apakah yang kita lakukan dengan ini? Menanam, mengairi dan membiarkan Firman itu bertumbuh? Bilamana kita sekalian mengijinkan Firman itu untuk bertumbuh, saya yakin pasti Dia akan melipat-gandakan pewahyuanNya kepada kita sekalian. Bagaimana dengan berkat materi yang telah Dia limpahkan? Sudah mulai kita sekalian memberi sepersepuluhnya kembali ke gereja anda masing-masing dan juga persembahan kepada Tuhan? Jangan lupa, sdr-sdri. Bukankah perpuluhan itu suatu ikatan janji kasih kita kepada Dia yang memberikan segalanya? Atau, apakah kita juga telah menjadi berkat kepada saudara-saudari sesama umat percaya DAN juga masyarakat di sekeliling kita? Mengenai hal ini, Rasul Yakobus menyatakan di kitab Yakobus 2: 17: Demikianlah juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai dengan perbuatan, maka iman i